Dugaan Pungli SMPN 18 Tangsel Kian Disorot, Orang Tua Siswa Mengaku Dibebani Biaya BTS dan Pelepasan




Tangsel,Info Tangerang News.com.

Dugaan Pungli di SMPN 18 Tangsel Kian Disorot, Orang Tua Siswa Mengaku Dibebani Biaya BTS dan Pelepasan , kamis 21/05/2026.

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku keberatan dengan adanya pungutan uang BTS sebesar Rp300 ribu yang diminta pihak sekolah kepada siswa kelas 9.

Menurut pengakuannya, selain biaya BTS, sebelumnya pihak sekolah juga diduga memungut biaya kegiatan akhir kelas 9 sebesar Rp200 ribu serta uang pelepasan dan pentas seni mencapai Rp490 ribu.

Total pungutan yang dibebankan kepada siswa tersebut dinilai cukup besar oleh sebagian orang tua murid, terlebih di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya stabil.

Wali murid tersebut kemudian melaporkan persoalan dugaan pungli itu kepada media dengan harapan adanya perhatian dari pihak terkait, khususnya Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan.

Belum lama setelah laporan tersebut mencuat, media diketahui telah menyampaikan informasi itu kepada pihak Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan guna meminta tindak lanjut atas dugaan pungutan di lingkungan sekolah negeri tersebut.

Pihak dinas disebut akan memberikan teguran kepada sekolah yang terbukti melakukan pungutan di luar ketentuan serta menindak tegas apabila ditemukan pelanggaran aturan pendidikan.

Pernyataan itu menjadi perhatian para wali murid yang berharap adanya transparansi serta evaluasi terhadap berbagai biaya kegiatan sekolah yang dianggap membebani.

Namun, setelah laporan disampaikan kepada pihak dinas, orang tua siswa yang sebelumnya mengeluhkan pungutan tersebut mengaku justru dipanggil ke sekolah untuk menemui wakil kepala sekolah.

Pertemuan itu disebut berlangsung beberapa waktu setelah laporan terkait dugaan pungli di SMPN 18 Tangsel menjadi pembahasan di kalangan wali murid dan media.

Menurut pengakuan wali murid, dirinya berharap pemanggilan tersebut menjadi ruang klarifikasi mengenai keberatan orang tua terhadap besarnya biaya kegiatan sekolah.

Akan tetapi, ia mengaku terkejut lantaran dalam pertemuan tersebut dirinya kembali diminta untuk membayar uang BTS sebesar Rp300 ribu yang sebelumnya dipersoalkan.

Kondisi itu membuat sejumlah wali murid merasa kecewa karena aspirasi yang disampaikan terkait keberatan biaya sekolah dinilai belum mendapatkan solusi yang meringankan.

Sejumlah orang tua siswa berharap pihak sekolah dapat lebih mempertimbangkan kondisi ekonomi wali murid sebelum menentukan nominal biaya kegiatan sekolah.

Masyarakat juga meminta agar seluruh kegiatan di sekolah negeri mengedepankan asas musyawarah, transparansi, dan tidak memberatkan peserta didik maupun orang tua.


Selain itu, pengawasan dari pihak Dinas Pendidikan dinilai penting agar tidak terjadi dugaan pungutan yang berpotensi melanggar aturan di lingkungan pendidikan negeri.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan maupun pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait keluhan para wali murid tersebut.

Penulis Syarief'95

Postingan populer dari blog ini

Hari Guru Nasional Turut Hadir Camat dan ketua PGRI kecamatan Mauk Tangerang

Tutup MTQ Ke-56, Bupati Tangerang Drs.H.Moch Maesal Rasyid, M.Si., Ajak Masyarakat Jadikan Al-Quran Pedoman Hidup

Lentera Muslimah Indonesia Berjalan Sesuai yang di Harapkan Begitu juga untuk Kedepannya